


Meta Platforms dan perusahaan media sosial Snap diberi batas waktu hingga 1 Desember oleh Uni Eropa untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang bagaimana mereka melindungi anak-anak dari konten ilegal dan berbahaya, kata Komisi Eropa pada Jumat (10/11).
Permintaan informasi tentang langkah-langkah yang telah diambil perusahaan untuk meningkatkan perlindungan anak-anak datang sehari setelah pesan serupa dari Uni Eropa kepada YouTube milik Alphabet dan TikTok.
Bulan lalu, Komisi tersebut juga mengirimkan perintah mendesak kepada perusahaan, termasuk Meta, X, dan TikTok, untuk merinci langkah-langkah yang diambil dalam menangani penyebaran konten terkait terorisme, konten kekerasan, dan ujaran kebencian di platform-platform mereka.
Komisi dapat membuka penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut jika mereka tidak puas dengan tanggapan mereka seperti dilaporkan Reuters pada Jumat (10/11).
Di bawah aturan konten online baru yang dikenal sebagai Digital Services Act (DSA) yang baru berlaku, platform online besar diwajibkan untuk melakukan lebih banyak dalam menindak konten ilegal dan berbahaya atau berisiko terkena denda hingga 6 persen dari omset global mereka.
Konstruksi dan TI berperan dalam Pemulihan Pasca COVID-19
Pelajari peran penting Konstruksi dan Infrastruktur TI dalam pemulihan pasca-COVID, mendorong ekonomi, inovasi, serta manfaat jangka panjang masyarakat.
Baca Lebih LanjutKeren! Samsung Galaxy AI Mampu Terjemahkan Panggilan Telepon
Samsung memperkenalkan "era baru Galaxy AI" dengan AI Live Translate Call untuk terjemahan panggilan telepon secara real time
Baca Lebih LanjutKetahui Tips Produk UMKM Bisa Dipasarkan dengan Baik di Media Sosial
Dian Ikha Pramayanti dari STAI Al Muhajirin Purwakarta membagikan tips untuk memasarkan UMKM melalui media sosial.
Baca Lebih LanjutCopyright © 2023 Visi Global Teknologi. All rights reserved.